Langsung ke konten utama

8 Tips Anti Gagal dalam Menjadi Good Listener

Pernah atau tidak, ada kan teman kalian yang memberi tahu seperti ini, "aku itu lagi cerita sama kalian, denger tidak sih?". Jujur, ketika penulis terjun ke dunia psikologi dan menjadi mahasiswi psikologi sekarang, sering sekali mendapat respon seperti ini. Terlebih ketika kita tidak sengaja membuka handphone walau 30 detik saja. 

Untuk menjadi pendengar yang baik, itu pun perlu latihan. Tidak semerta-merta hanya cukup dengan melihat mata saja ketika ada yang curhat dengan kita. Walaupun cukup diakui, ada yang bawaan sejak lahir sudah menjadi pendengar yang baik. Tetapi, tidak ada salahnya latihan kan?. Ada 8 tips yang bisa kalian lakukan untuk menjadi pendengar yang baik. Yang salah satu tips itu, adalah kunci untuk menjadi pendengar yang baik. 

Pertama, tentukan posisi ternyaman. ini adalah salah satu tips yang penulis gunakan ketika ada teman yang ingin curhat dengan kita. Posisi ternyaman yang dimaksud disini adalah, bagaimana kita memposisikan postur tubuh kita atau menggunakan alat seperti bantal supaya pada saat teman tersebut cerita, kita tidak banyak gerak atau tidak pegal dengan posisi yang tidak nyaman. Posisi duduk antar teman pun perlu diperhatikan. Penulis pernah duduk bersampingan dengan teman yang sedang curhat. Dan penulis dangat kelelahan dengan posisi duduk tersebut. Yang mengharuskan penulis menengok ke kanan atau kekiri untuk mendapatkan posisi eye-contact yang tepat. Maka, posisi duduk dan tempat yang digunakan untuk bercerita pastikan yang nyaman ya. 

Kedua, siapkan dan sisipkan dengan minum atau camilan. Mau tidak mau, ketika menjadi pendengar, pasti teman kita ingin sekali ceritanya di selesaikan sampai habis, sehingga kita pun merasa tidak enak apabila ingin mengambil teh atau air putih di dapur dengan cara memotong ceritanya. Ketika kita sedang mendengarkan, sesekali atau dua kali kita bisa menyeruput teh atau minum apapun agar rasa hambar di mulut tidak terlalu berasa. Apalagi dengan keadaan kalian sedang dehidrasi, jangan sampai ya. 

Ketiga, pastikan menatap mata. Ada yang beranggapan, ketika mendengarkan lawan kita berbicara, kita harus menatap mata. Betul sekali, tetapi, jangan sampai terus-terusan menatap sampai tidak berkedip ya. Menatap mata lawan berbicara sangatlah penting. Sehingga lawan bicara kita merasa bahwa kita memperhatikan apa yang dia bicarakan. Tetapi pastikan, fokus yang diberikan harus sesuai dengan kapasitas kalian ya. Jangan terlalu memberikan konsentrasi penuh terhadap lawan bicara, yang nantinya bisa membuat mata kalian lelah. Fokus dan konsentrasi sekadarnya saja. Apabila kalian merasa bahwa waktu bercerita dia sangat lama dan mata kalian sudah lelah, maka bisa sesekali memijat kepala perlahan. Tetapi jika sudah sangat keterlaluan, ijin kepada lawan bicara untuk menyudahinya. 

Keempat, ekspresif dan antusias. Ketika kita berhadapan dengan teman kita yang curhat atau cerita, kita perlu untuk terlihat antusias. Antusias disini adalah, responsif dengan cerita yang diberikan, dengan anggukan kepala, mengiyakan, be-oh ria atau sesekali mengulang kalimat yang di lontarkan dalam bentuk pertanyaan. Misal, 'jadi kamu merasa sakit hati dengan apa yang dia katakan?'. Maka ketika lawan bicara kita mengetahui akan hal itu. Ia akan semangat dalam bercerita. Karena merasa bahwa cerita yang ia bawakan ini sangat menarik. Ekspresif pun sangat di perlukan, ketika dia cerita sambil menangis, jangan sampai tertawa ya. Sebisa mungkin menunjukkan raut wajah yang ikut bersedih dengan apa yang ia alami. 

Kelima, jangan memotong kalimat lawan bicara. Nah ini sangat penting untuk menjadi good listener, sebagai orang yang senang bercerita dan mendengarkan pun, memotong kalimat lawan bicara itu sangat menyebalkan. Apabila ini terjadi, rasa semangat bercerita menjadi lesu dan ingin menyudahi pembicaraan atau curhatan tersebut. Apabila kita ingin menjeda dengan pertanyaan atau kalimat afektif, kita pun perlu mengetahui letak dimana dia berhenti atau letak dimana ia sedang menyusun kata-kata selanjutnya. Yang akhirnya terbentuk jeda sebentar. Jangan sampai, ketika lawan bicara menggebu ingin sekali bercerita a,b,c kita justru memotong dengan kalimat yang tidak penting. 

Keenam, jangan main handphone. Ini yang sering terjadi pada pasangan. Walaupun tidak menutup kemungkinan antar teman. Ketika lawan bicara ingin bercerita. Alangkah baiknya menyingkirkan sesuatu hal yang bisa men-distract kita. Singkirkan terlebih dahulu, salah satunya adalah handphone. apabila kita merasa di handphone tersebut ada sesuatu hal yang penting, maka katakan kepada lawan bicara bahwa ada sesuatu yang harus kalian kerjakan sebentar atau harus kalian balas pada saat itu juga. Sehingga  good communication itu terbentuk.

Ketujuh, jangan menimpali pembicaraan dengan merasa bahwa cerita itu sepele. Ini adalah salah satu kunci untuk menjadi pendengar yang baik. Sadar atau tidak sadar, ketika lawan bicara menceritakan pengalaman yang membuat dia sakit hati atau mengalami kejadian yang sangat terpuruk, maka menjadi pendengar jangan sampai menganggap sepele dengan apa yang dia ceritakan. Seperti mengatakan, "Ah seperti itu saja kok sedih, aku pernah mengalami lebih dari kalian' atau 'iya, aku juga ngerasain itu, pernah nih kejadian....'. Ketika kata-kata tersebut atau sejenisnya terlontar maka hati-hati, lawan pembicara akan mengecap kalian sebagai pendengar yang tidak baik. Yang bisa jadi, ketika kata-kata itu terlontar, fokus pembicaraan bukan lagi ke lawan bicara, justru ke kalian. Sehingga lawan bicara menjadi malas lagi bercerita.

Kedelapan, ketika lawan bicara ingin meminta saran, alangkah baiknya, dukung terlebih dahulu dengan pernyataan yang sudah di lontarkan, yang menurut dia baik. Apabila kalian tidak setuju, maka mulailah perlahan untuk memberikan pernyataan tidak setuju, lalu memberikan saran. Apabila setuju dengan apa yang ia lontarkan, berilah beberapa kata semangat atau kata-kata yang dapat menenangkan apa yang dia rasakan. Nah tips penting nih, bila teman kalian tidak menginginkan saran, berilah dukungan atau berilah kata-kata positif yang enak di dengar. Jangan melulu sabar dan semangat ya. carilah kata-kata inovasi lain sehingga lawan bicara menjadi reda akan keresahannya

Itulah beberapa tips yang ingin penulis sampaikan kepada kalian. Sebenarnya, tips mendengarkan curhatan dengan baik ini masih bisa di jelaskan dan di telaah secara detail untuk menjadi good listener. Tetapi menurut penulis, ini adalah poin-poin utama yang harus bisa di terapkan terlebih dahulu. Yuk jadi pendengar yang baik

Komentar

  1. Hey bin. Aku udah baca tulisanmu.. informasi yang kamu bagiakan bagus kok. Terus aku suka gaya bahasa dan penulisanku yang santai dan mudah di pahami dan terasa formal sesuai dengan isi pembahasan. Isinya juga berguna terlebih ketika kau sebagai calon psikolog bisa mengerti lebih baik cara bersikap dengan orang lain dan mau membagi informasi kepada orang lain. . Keseluruhan aku suka dan trimakasih untuk informasi yang sudah di bagikan . Semangat untuk menulis dan berbagi ilmu dengan yang lain ... (◍•ᴗ•◍)❤

    BalasHapus

Posting Komentar